Wednesday 17th April 2024

Selayang Pandang Muhammadiyah Di Kota Lurik Pedan

Pedan Merupakan Kota kecamatan Walaupun Wilayahnya Kecil Akan Tetapi Banyak Potensi kekayaan yang mana di kenal Se antero Nusantara.

Pedan Merupakan sebuah Kota kecamatan yang strategis karena wilayah ini Menghubungkan Dua kota Besar Antara Daerah Surakarta dan Jogjakarta untuk bagian tenggara .

Dari beberapa Peninggalan yang  bisa di telusuri adalah Pabrik di poloharjo Sobayan pedan  Gula milik Kraton surakarta Hadiningrat ,serta Sumur Peninggalan Paku Buwono II,di  desa Troketon selain itu Pedan Terkenal daerah Agraris serta tidak kalah pentingnya Pedan Merupakan wilayahnya banyak Ber profesi sebagai Penenun Kain Lurik Sehingga Sampai saat ini terkenal dengan Luriknya dengan Ada jejaknya Yaitu Pabrik Tenun kain Milik Pak Somo dan pak Rachmad. bahkan di pedan ada sekolah menengah kejuruan Tekstil.

Dan sangat menarik aeseorang aktifis persyarikatan Muhammadiyah dari  jogja untuk Berdagang Kue serta Berda’wah lewat persyarikatan  dan  Tahun 1930 Muhammadiyah masuk di wilayah pedan Dengan Perintisnya Antara lain
Jamidin Seorang Pegawai pegadaian lantas bertempati tinggal di jatinom ,selain Jamidin ada  Dimyati Pengusaha roti dari JOGJA  Jumeri ,Anis ,Abdusalam  .Dan tempat sebagai syiarnya Berpusat di Masjid Al jalal Di dukuh Gatak kedungan pedan,Sitem yang di pakai adalah para kader inti di sebar di empat penjuru barat ,timur,utara ,selatan dan Masjid Al Jalal sebagai pusat Koordinasi dan pemantauan ,karena pada waktu Musuh terbesar PKI adalah MASYUMI.

Para perintis Melakukan kajian keagamaan dengan santri -santrinya antara lain Muhammad irsyad ,Hadi Mursidi,Muhamad junaidi , dan lain kain sebagainya .
Pada Tahun 1965 nan Di saat Terjadinya Peristiwa gerakan 30 September.   Maka Para pemuda Islam /Muhammadiyah di bawah binaan KH MUHAMMAD ISRYAD di gembleng Ilmu -ilmu agama yang kuat dan matang selain itu di gembleng dengan ilmu Da’wah sehingga Lahir lah Kader -kader yang unggul di antaranya Abdul basar ,Marjuki ,Sahlan ,Danuri ,Harso marsono ,
Hardiyono,Marsam,Marsunu ,Marsin
,Suhardi , Mudakir .dan lain lain sebagainya dan Awal yang Di rintis Adalah Para  Tokoh Muhammadiyah Ini Mendirikan Madrasah Diniyah Di Dekat Masjid Al Jalal Gatak kedungan.

Pada Tahun 1961 Periode Awal pimpinan Cabang Muhammadiyah Pedan terbentuk Dengan Ketua KH Muhammad Irsyad Sekretarisnya Abdul basar .

Pelan tapi pasti Muhammadiyah pedan terus bergerak Meda’wahkan islam lewat Persyarikatan Muhammadiyah di tandai dengan Mendirikan TK ABA di beberapa Desa Atau Ranting di antaranya di Troketon pada Tahun 1969 Dan di kedungan sebagai pionernya gerakan di bidang Pendidikan dasar.

Pada Tahun 1971-1980 Di bawah Ketua PCM Marsunu Muhammadiyah Pedan Mendirikan SMA Muhammadiyah Pedan tepatnya tahun 1979 .lokasi yang di tempati awalnya di dukuh poloharjo belakang Apotik Astu pedan Dan pada Tahun 1984 Pindah di Timur Dukuh Gatak Kedungan sampai saat ini .

Selang Setahun Disusul Berdirinya SMP MUHAMMADIYAH 10 Pedan tepatnya tahun 1980 Dan Kepala SMP MUHAMMADIYAH 10 .Pedan Pertama yaitu Djundi Subagya.dan Beringan Itu Juga Muhammadiyah Pedan Mendirikan MTs Al Islam Muhammadiyah dan ini menjadi Imrio atau cikal bakal MTsN pedan dengan Kepala Sekolah Pertamanya
H .HADI PRIYONO B.A.

Periode demi periode Muhammadiyah pedan mulai Bergerak dengan dinamisnya mengikuti Perkembangam zamannya dari situlah di susul Amal usaha pendidikan Mulai MIM Troketon,MIM Kaligawe.

Pada Tahun 2006 atas Inisiatif dari Angkatan Muda Muhmmadiyah Pedan Di antara nya Budi Santoso (bekasi) ,H Sarwanto  Drs Sriyana, Drs H Suyanto ,M.Pd., H Anas  Kuntadi Aris Rosidi  ,H Mukhlis  Yusdianto  ,Muhammad Syamsuddin,S.TRochmadi  , Suparman  Slamet Widodo, Sumino S.Sos ,Rumini Zulfikar Dengan Modal nekad Mengini siasi berdirinya pendidikan Dasar yaitu setingkat sekolah dasar dengan  Mendirikan
SD MUHAMMADIYIAH AL BAYYIN ( 2006) .dan dalam perkembangannya inilah Ada pasang surut dalam dinamika pergerakan Hal yang lumrah akan tetapi itu semua Bisa Menjadi cambuk untuk membesarkan Muhammadiyah di pedan Karna Muhammadiyah pedan merupakan Organisasi Da’wah pertama di pedan kita Tahu Seperti pak H .Mahudi Pengusaha dan pemilik Toko Kain Sandang  pedan ,H DARMO Pemilik Apotik Astu pedan juga  Seorang guru pendidik Yang bersama sama tokoh lainya Berjibaku bersama sama dalam bermuhammadiyah Sehingga Muncul generasi penerus Yang akan meneruskan banyak kader muncul seperti SUTOPO, BA .seorang kader Yang gigih cerdas dan tahan banting itu semua di Didik di gembleng Oleh tokoh Awal Muhammadiyah pedan tokoh tersebut KH Muhammad irsyad, H Junaidi , H .Hadi mursidi.yang di Rumahnya KH Muhammad irsyad Selain Sebagai tempat tinggal juga sebagai kantor muhammadiyah pertama kali bahkan sebagai kantor Partai Masyumi dan Parmusi.

Dan Setalah Periode KH Muhammad Irsyad pada Tahun 19 71-1980 H MARSUNU
Tahun 1980 -1995  Drs H Dawud .
1995 -2000 H ARIEF RIYADI
2000-2010 Drs H ISMADIYANTO
2010 -2023 Drs H SUYANTO,M.Pd.
Tulisan ini sebagai Ikut menyemarakan Musyawarah Cabang Muhammadiyah ke 14 periode Muktamar 48.

Penulis Rumini Zulfikar ketua PRM Troketon,Jauhari ,S.Pd.(Cucu KH Muhammad Irsyad)

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.