Wednesday 17th April 2024

Syamsuddin Asyrofi : Implementasi Moderasi Beragama Dilakukan Dalam Setiap Aspek Kehidupan

Surakarta (angkasanews.id) —- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten KH.Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa Agama Islam berkomitmen untuk terus mengedepankan nilai dan internalisasi Moderasi Beragama dalam setiap aspek kehidupan, program dan kegiatan yang dijalankan.

Hal itu disampaikan Syamsuddin saat menjadi nara sumber dalam kegiatan Forum Group Diskusi (FGD) Implementasi Moderasi Beragama di Masyarakat yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ( LPPM ) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta Rabu ( 16/8/2023 ).

“Implementasi Moderasi Beragama itu dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam semua aspek kehidupan” katanya.

Menurutnya, makna moderasi yang berada ditengah (moderat ) hendaknya menjadi posisi yang memungkinkan untuk dapat melihat ke segala arah.

“Idealnya, kondisi demikian mampu mendorong sikap selaku penyeimbang dan menjadi rujukan dalam menegakkan kebenaran  dan keadilan.” katanya.

Menggunakan istilah yang sangat relevan dengan makna moderasi Syamsuddin melanjutkan paparannya dengan menguraikan makna Tawasuth, Itidal, dan Tawazun.  

Menurutnya, moderasi  merupakan suatu proses berkelanjutan untuk berada di tengah, tidak condong ke kanan dan ke kiri (Tawasuth), bisa tegak lurus (Itidal), hingga  seimbang (Tawazun) untuk menegakkan keadilan.

“Dalam pengamalannya tentu kita akan menemui hasil yang tidak sama,”jelasnya.

Menurutnya hal ini dipengaruhi  oleh tingkat wawasan dan pengetahuan serta penerimaan dan cara berfikir. Dalam pemaparannya Syamsuddin juga mengatakan makna penting lain dari pengamalan moderasi beragama dengan implementasi moderasi beragama  akan melahirkan sikap egaliter, toleran, musyawarah, mendahulukan yang prioritas, dinamis, inovatif, dan makna  positif lainnya.

Sementara itu Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah KH.Taslim Syahlan menyampaikan bahwa ada empst indikator moderasi beragama yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari antara lain adanya komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal.

” Namun demikian kita tetap harus berpijak dan berpegang teguh pada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945″ katanya. ( *Moch.Isnaeni* )

 

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.