Wednesday 17th April 2024

Legislator Rahmad Handoyo Gencar Turun Kebawah Sosialisasi Cegah Stunting

KLATEN (angkasanews.id) — Gaung pencegahan terhadap stunting atau anak kurang gizi terus digencarkan oleh para legislator. Misalnya saja seperti yang dilakukan oleh anggota DPR RI asal fraksi PDI-P, Rahmad Handoyo ini, ia menggandeng mitra kerja pada Minggu siang (10/9/2023) mengadakan kegiatan sosialisasi promosi dan KIE program percepatan penurunan stunting.

Kegiatan ini dipusatkan di gedung serbaguna Desa Mranggen Kecamatan Jatinom Klaten. Hadir pada acara tersebut, Anggota DPR RI Komisi IX Rahmad Handoyo, Umi Hidayati Kepala UPT BPPKKB Banyumas mewakili BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Drs Much Nasir,MM. Kepala DInsos P3AKB Kabupaten Klaten, Camat Jatinom. Forkopincam Jatinom dan Kepala Desa se Kecamatan Jatinom serta diikuti masyarakat Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom.

Dalam kegiatan dengan Narasumber Rahmad Handoyo dan BKKBN Provinsi Ibu Umi Hidayati dan Drs.Much Nasir,MM. Kepala DISSOSP3AKB.

Rahmad Handoyo mengungkapkan pentingnya pencegahan Stunting. Kebanyakan masyarakat mengetahui bahwa stunting mesti pendek, namun menurut beliau pendek belum tentu stunting. Dalam hal ini perlu sekali dilakukan pencegahan secara dini, karena stunting diatas usia 2 tahun sulit disembuhkan. Apabila terlambat penanganannya maka berakibat anak kurang cerdas, dan pertumbuhan kurang.

Hal senada juga disampaikan Rahmad Handoyo, bagi masyarakat berumur diatas 40 tahun di himbau untuk cek kesehatan ke Fasilitas Kesehatan terdekat.

“Untuk apa untuk mengecek kesehatan kita, yang perlu kita cek adalah gula darah, tekanan darah dan kolesterol sehingga kita bisa lebih berhati-hati dalam mengatur pola makan. Karena penyakit pada tubuh manusia diakibatkan bukan dari faktor keturunan tapi kebanyakan dari Pola makan yang tidak baik,”ungkap Rahmad Handoyo.

Umi Hidayati Ka.UPT BPPKKB Banyumas mewakili BKKBN Provinsi Jateng mengatakan Penurunan stunting adalah program preoritas Nasional yang harus dilaksanakan Pemerintah Pusat,Provinsi, maupun Pemerintah Daerah.

“1000 hari pertama kehidupan, generasi ke generasi sampai usia 2 tahun perlu dioptimalkan untuk menyongsong 2045 sebagai kado emas untuk Republik Indonesia. Hal ini perlu dilakukan dari masa kehamilan sampai lahir usia 2 tahun. Masyarakat dihimbau menghindari makanan yang berpengawet. Pentingnya kebersihan/sanitasi keluarga dan lingkungan, Pola asuh anak juga diperhatikan, semua butuh peran baik Orang Tua juga siapapun yang mengasuh anak Agar angka Stunting bisa menurun,”ungkap Umi Hidayati.

Untuk menghindari Stunting juga memperhatikan usia perikanan ideal yaitu 21 tahun Agar tumbuh kembang anak bisa lebih baik,” tambah Umi.

Kepala Dinsos P3AKB Much Nasir, mengungkapkan stunting adalah anak dimana perkembangan dan pertumbuhan kurang. Pertumbuhan terkait badanya. perkembangan terkait otak atau kecerdasan. Target Nasional Agar di Tahun emas 2024 Indonesia terbebas dari Stunting yang merupakan bonus demografi yaitu saat warga indonesia Usia Produktif. Perlunya pencegahan Secara dini tugas kita bersama dan Tugas TPK (tim pendamping keluarga).

Yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Calon Pengantin usia diperhatikan minimal 21 tahun.kedua calon pengantin diharuskan dalam keadaan sehat.
2 Ibu Hamil perlu diperhatikan umur rawan kehamilan yaitu 0-3 bulan dan 7 – 9 bulan.
3. Ibu Menyusui yaitu Asi Eklusif. Asi pertama untuk kekebalan bayi dan itu Sangat penting dan harus diberikan kepada bayi.
4. Alat kontrasepsi. Eduksasi kepada Masyarakat baik untuk ibu dan bapak Agar bisa melaksanakan KB, karena berencana itu keren. ,”jelas Much Nasir.

Kepala Desa Mranggen, Meseran dalam sambautanya mengatakan Ucapan terima kasih atas berkenanya H. Rahmad Handoyo,SPi,MM dan Juga BKKBN Provinsi Jawa Tengah atas terselengarannya kegiatan ini, semoga memberi manfaat untuk warga Masyarakat Desa Mranggen pada khususnya dan Kecamatan Jatinom pada umumnya.

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.