Wednesday 17th April 2024

Syamsudin Asyrofi Bina PKUB Trucuk: Terus Bergerak Mewujudkan Kerukunan di Masyarakat

KLATEN (angkasanews.id) —- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Desa dengan para tokoh lintas agama di tingkat desa/kelurahan yang ada di Klaten terus bergerak untuk mewujudkan kerukunan di masyarakat.

Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat hadir dalam pembinaan PKUB Kecamatan dan Desa/Kelurahan di aula pertemuan Desa Kradenan Kecamatan Trucuk Klaten Kamis (14/9/2023).

Camat Trucuk, Rabiman mengatakan bahwa untuk penguatan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB ) Desa/ Kelurahan di Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten sangat diperlukan dengan pembinaan dan pendampingan kepada PKUB Kecamatan dan Desa/ Kelurahan yang baru saja dikukuhkan beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya PKUB Desa/Kelurahan merupakan wadah berhimpunnya para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat yang ada di setiap Desa/ Kelurahan di wilayah Trucuk Kabupaten Klaten.

“Melalui PKUB sebagai wadah bertemunya para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat di Desa/ Kelurahan merupakan sarana yang efektif untuk merawat kerukunan.” katanya.

Dikatakan bahwa para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Desa/Kelurahan itu menjadi penggerak bagi masyarakat dalam merawat kerukunan. Itulah sebabnya PKUB Desa/Kelurahan di masyarakat menjadi penggerak dan pemrakarsa dalam merawat kerukunan.

“Kecamatan Trucuk sebagai daerah pertanian dan pusat-pusat UMKM ini memiliki keberagaman dan heterogennya di masyarakat, sehingga upaya merawat kerukunan terus dilakukan melalui tokoh lintas agama. Itulah sebabnya semua pihak didorong untuk menggerakkan masyarakat mewujudkan masyarakat sadar kerukunan. Sudah barang tentu hal ini membutuhkan kondisi masyarakat yang kondusif dan rukun” katanya.

Camat Trucuk Rabiman menyambut baik dan senang dengan kehadiran pengurus FKUB Kabupaten Klaten untuk agenda pembinaan dan forum dialog dengan PKUB Kecamatan dan PKUB Desa di Kecamatan Trucuk Kamis ( 14/9/2023 ).

“Kami sampaikan terima kasih kepada pengurus FKUB Kabupaten Klaten yang telah hadir memberikan pembinaan menindaklanjuti pengukuhan PKUB Desa/Kelurahan tanggal 16 Nopember 2022 yang lalu dengan turun langsung ke Kecamatan dan Desa/ Kelurahan untuk penguatan dengan melakukan pembinaan serta pendampingan lebih lanjut di Kecamatan dan Desa-desa untuk merawat kerukunan” katanya.

Ketua FKUB Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa PKUB Kecamatan dan Desa/Kelurahan saat ini telah menginspirasi daerah lain dalam merawat kerukunan di masyarakat sekaligus menjadi contoh dan panutan betapa pentingnya mewujudkan, menjaga, dan merawat kerukunan itu dalam kehidupan sehari-hari.

“PKUB menjadi forum yang langsung menjangkau masyarakat dan sebagai garda terdepan dalam mewujudkan, menjaga dan merawat kerukunan umat beragama. Oleh karena itu keberadaan PKUB ini menunjukkan bahwa Klaten bukan hanya indah secara fisik, namun juga hubungan antarumat beragama telah berjalan secara harmonis,” katanya.

Syamsuddin juga mendorong daerah lain mengikuti Klaten, dengan membentuk PKUB di tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan karena keberadaan paguyuban itu menjadi penting di tengah keragaman masyarakat saat ini, sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga dan merawat kerukunan di masyarakat.

“Ada 4.544 orang sebagai pengurus PKUB di 401 Desa/Kelurahan yang saat ini telah dikukuhkan . Mereka itu sebagai pelopor dan pionir pertama di Indonesia untuk merawat kerukunan.” katanya.

Syamsuddin sangat berharap dengan pembentukan PKUB Kecamatan dan Desa/ Kelurahan di Klaten ini ke depan dapat diikuti oleh seluruh kabupaten/kota yang lain di Indonesia.

“Seperti di Kabupaten Klaten yang sudah berhasil dan menjadi pionir telah membentuk PKUB di seluruh wilayah desa/kelurahan sebanyak 401 Desa/Kelurahan,” ungkapnya. (Moch Isnaeni)

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.