
KLATEN (angkasnews.id) — Musim kemarau yang masih berlangsung dan diperkirakan akan lebih panjang dari tahun sebelumnya karena pengaruh El Nino, mengakibatkan sejumlah daerah di Kabupaten Klaten sudah mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih.
Untuk meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan tersebut, Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten kerjasama dengan stakeholder terkait menyalurkan 10 tangki air untuk masyarakat di lereng Merapi.
Wakil Rektor (Warek) 2 Unwidha Klaten, Purwo Haryono mengatakan, droping air bersih ini merupakan rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Kegiatan PKKMB bertujuan untuk memberikan pembekalan bagi para mahasiswa baru agar dapat segera beradaptasi dengan kehidupan dunia kampus dan mengenal sistem pendidikan di perguruan tinggi.
Pada tahun akademik 2023/2024 Unwidha Klaten menerima 870 orang mahasiswa baru, jumlah itu terbagi antara mahasiswa PPG dengan jumlah 464 orang dan sisanya mahasiswa reguler di berbagai program studi.
“Droping air bersih dari Unwidha Klaten ini membawa 10 truk tangki air bersih dengan menyasar lima Desa di Kecamatan Kemalang. Selain itu juga diadakan penghijauan lingkungan dengan tanam pohon di lereng gunung Merapi,”ujarnya Kamis (21/9/2023)
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Rujedi menyampaikan terima kasih kepada jajaran civitas akademika Unwidha Klaten yang menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekeringan.
Ia menyebut BPBD Klaten sendiri sudah memberikan bantuan air bersih kepada warga masyarakat di beberapa wilayah kecamatan sebanyak 477 tangki air, dan akan terus memberikan bantuan air bersih selama belum turun musim hujan di daerah rawan kekeringan tersebut.
Ketua Organisasi Sosial Dompet Sejuta Harapan (DSH) Klaten, Ustadz Danu juga menyatakan, selain ikut terlibat dalam aksi Universitas Widya Dharma Klaten Peduli hari ini, DSH selama musim kemarau tahun ini juga sudah melakukan aksi sosial berupa pemberian bantuan air bersih kepada warga masyarakat di wilayah rawan kekeringan seperti kecamatan Kemalang, kecamatan Jatinom, kecamatan Bayat dan kecamatan Karangdowo sebanyak 43 tangki air.
Related Posts

Tradisi Ruwahan Desa Karangtalun, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Jawa

Penanaman Bunga Matahari Jadi Awal Kedaulatan Pangan di Banyuanyar

Dipercaya Pemerintah, SPPG Cahaya Barepan Siap Running Layani Makan Bergizi Anak Sekolah

Menumbuhkan Empati Jelang Ramadan, Pesantren Nurul Kalam Gelar Pengajian dan Aksi Sosial

Edy Sasongko Nahkodai ORARI Klaten Lewat Musylok XIV, Fokus Peran Kebencanaan dan Regenerasi

No Responses