
KLATEN (angkasanews.id) — Momentum peringatan HUT ke 79 RI menjadi sarana pengenalan budaya tradisional gejog lesung oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Tugu Kecamatan Cawas Klaten.
Dengan berkolaborasi dengan Karang taruna desa setempat, Pemdes pada Minggu (4/8/2024) menyelenggarakan lomba kesenian tradisional gejog lesung. Kegiatan ini diikuti delapan kelompok gejog lesung sewilayah Desa Tugu.
Lomba ini digelar di halaman gedung serbaguna desa setempat. Setiap peserta diberi waktu 15 menit untuk tampil dengan membawakan dua lagu. Satu lagu wajib, yakni Lesung Jumengglung dan satu lagu bebas
Perpaduan antara Alu dan Lesung yang dimainkan menciptakan irama harmoni sarat kedamaian. Raut kegembiraan terpancar dari para pemainnya. Semangat terlihat saat ibu-ibu Lansia kompak bernyanyi dan menampilkan gerak-gerak rancak mengikuti irama musik.
Tak ketinggalan pula terdapat sekelompok anak muda yang turut berpartisipasi dalam lomba ini. Mereka tampak menghayati setiap lantunan dan ketukan Alu dan Lesung ini.
Kepala urusan (Kaur) perencanaan, Tri Raharjo menyampaikan lomba gejog lesung ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke 220 Kabupaten Klaten dan HUT ke 79 RI. Selain itu menjadi ajang nguri-uri kesenian dan kebudayaan tradisional gejog lesung yang merupakan warisan para leluhur di Desa Tugu agar terus terjaga dan lestari.
Menurutnya, lomba gejog lesung ini digelar untuk memelihara kebudayaan tradisional yang hampir punah, sehingga perlu dilestarikan supaya generasi milenial masih bisa mengenal dan memanfaatkan alat gejog lesung ini.
Ratusan masyarakat Desa Tugu dan sekitarnya berbondong-bondong menyaksikan festival Gejog Lesung sebagai suatu tontonan yang menarik.
“Antusiasme warga masyarakat yang sungguh luar biasa membuat acara semakin meriah. Tujuan utamanya untuk melestarikan budaya yang hampir punah ditelan zaman,” ujar salah seorang warga, Suprapti Siwi Suyanti.
Related Posts

Milad ke-57, SMK Muhammadiyah Cawas Perluas Jejaring Global Pendidikan Vokasi

Tradisi Ruwahan Desa Karangtalun, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Jawa

Penanaman Bunga Matahari Jadi Awal Kedaulatan Pangan di Banyuanyar

Dipercaya Pemerintah, SPPG Cahaya Barepan Siap Running Layani Makan Bergizi Anak Sekolah

Menumbuhkan Empati Jelang Ramadan, Pesantren Nurul Kalam Gelar Pengajian dan Aksi Sosial

No Responses