
KLATEN (angkasanews.id) —- Pemerintah Desa bersama Karang Taruna Desa Tirtomarto, Kecamatan Cawas, menggelar Festival Gejog Lesung pada Sabtu (9/8/2025). Kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya ini berlangsung meriah dengan partisipasi masyarakat dari berbagai usia.
Acara turut dihadiri oleh Ketua DPRD Klaten Edy Sasongko, Camat Cawas Joko Purwanto, Kepala Desa Barepan Irmawan Andriyanto, Kepala Desa Plosowangi Danang Mahendra, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kepala Desa Tirtomarto, Agung Nugroho, menyampaikan bahwa festival ini merupakan agenda tahunan yang digelar untuk nguri-nguri budaya lokal.
“Tagline kami adalah ‘Tradisi Diuri-uri Langit Dadi Saksi’. Kami ingin budaya ini terus hidup, tidak hanya di kalangan orang tua, tapi juga generasi muda,” ujarnya.
Tahun ini, festival diikuti 15 kelompok peserta, termasuk lima kelompok dari kalangan anak-anak atau pelajar. Kehadiran peserta muda menjadi bukti bahwa upaya pelestarian budaya di Tirtomarto melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Setiap kelompok diwajibkan membawakan satu lagu wajib, Lesung Jumengglong, dan satu lagu pilihan seperti Prau Layar atau Kelinci Ucul. Menariknya, tidak ada penilaian dari dewan juri. Seluruh peserta mendapat apresiasi yang sama, sehingga motivasi untuk berpartisipasi di tahun berikutnya tetap terjaga.
“Ini bukan lomba, tapi festival. Semua peserta adalah pemenang. Semoga semangat ini terus terjaga dan menjadi warisan untuk generasi mendatang,” tambah Agung Nugroho.
Dengan denting kayu lesung yang khas dan meriah, Festival Gejog Lesung Desa Tirtomarto menjadi saksi bahwa tradisi bisa terus hidup, selama ada kebersamaan untuk melestarikannya.
Sementara itu Ketua DPRD Klaten, Edy Sasongko, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Festival Gejog Lesung di Desa Tirtomarto. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan semangat Trisakti yang digagas Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.
“Trisakti itu berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Gejog lesung adalah wujud nyata dari poin ketiga, berkepribadian dalam kebudayaan,” ujar Edy saat menghadiri festival tersebut.
Menurut Edy, kegiatan seperti ini tidak hanya melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga mampu memperkuat persatuan masyarakat.
“Bung Karno pernah berpesan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan mempertahankan budayanya. Jika kita kokoh di budaya, identitas kita tidak akan mudah tergerus globalisasi,”pungkasnya.
Related Posts

Milad ke-57, SMK Muhammadiyah Cawas Perluas Jejaring Global Pendidikan Vokasi

Tradisi Ruwahan Desa Karangtalun, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Jawa

Penanaman Bunga Matahari Jadi Awal Kedaulatan Pangan di Banyuanyar

Dipercaya Pemerintah, SPPG Cahaya Barepan Siap Running Layani Makan Bergizi Anak Sekolah

Menumbuhkan Empati Jelang Ramadan, Pesantren Nurul Kalam Gelar Pengajian dan Aksi Sosial

No Responses