Saturday 28th February 2026

Bersih Desa Sekaran, Tradisi Suro yang Menyatukan Warga dan Melestarikan Budaya Jawa

KLATEN (angkasanews.id) — Suasana berbeda terasa di RW 1 dan RW 2 Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, pada Sabtu (12/7/2025) malam. Ratusan warga tumplek blek di pelataran rumah warga setempat untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dalam rangka tradisi tahunan bersih desa, sebuah kearifan lokal yang dijaga secara turun-temurun dan digelar setiap bulan Suro.

Tradisi ini bukan hanya soal tontonan wayang kulit yang menjadi hiburan masyarakat. Lebih dari itu, bersih desa adalah bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus momentum untuk mempererat silaturahmi antarwarga, menjaga harmoni lingkungan, serta melestarikan warisan budaya Jawa yang adiluhung.

Ketua panitia kegiatan, Totok Harwanto, mengungkapkan bahwa rangkaian acara bersih desa berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Kegiatan dimulai dengan kerja bakti bersama warga, termasuk melakukan pembersihan saluran irigasi di wilayah Buluwalu.

“Dulu saluran irigasi itu tersumbat atau buntet. Sekarang sudah kita jebol bersama-sama. Dan alhamdulillah, pengairan untuk lahan pertanian warga Sekaran sudah kembali lancar. Ini juga bentuk gotong royong nyata dari warga,” ujar Totok.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual dan kultural. Puncaknya adalah pagelaran wayang kulit yang digelar semalam suntuk sebagai simbol perwujudan nilai-nilai luhur budaya Jawa. Selain menjadi hiburan, pertunjukan wayang juga sarat makna dan filosofi kehidupan yang diturunkan dari generasi ke generasi.

“Inti dari kegiatan ini adalah bagaimana kita bisa menjaga warisan budaya. Nguripi budaya Jangsa, budaya Jawa, termasuk wayang kulit. Posisi ringgitannya kita buat tetap hidup agar generasi muda tahu dan ikut menjaga,” tambah Totok.

Sementara itu, antusiasme warga terhadap tradisi ini sangat tinggi. Mulai dari anak-anak hingga lansia, semua larut dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran pagelaran wayang menjadi media edukasi budaya yang menghibur, sekaligus memperkuat jati diri masyarakat desa di tengah arus modernisasi.

Kegiatan bersih desa ini juga dinilai memiliki nilai strategis dalam menjaga keberlangsungan kehidupan sosial desa. Gotong royong yang diwujudkan dalam kerja bakti dan partisipasi kolektif warga menjadi refleksi semangat kebersamaan yang masih sangat kuat di tengah masyarakat Sekaran.

Dengan semangat pelestarian budaya dan kekompakan warga, tradisi Bersih Dusun di Desa Sekaran tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga bagian dari identitas dan peradaban lokal yang terus dirawat dan ditanamkan kepada generasi berikutnya. (jat) 

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.