Wednesday 11th February 2026

Wayang Srawung Jadi Sarana Hiburan dan Pelestarian Budaya di Desa Pakisan

KLATEN (angkasanews.id) — Suasana meriah menyelimuti Balai Desa Pakisan, Kecamatan Cawas, pada Jumat malam (29/8/2025). Pemerintah Desa (Pemdes) Pakisan menggelar pagelaran wayang srawung sebagai puncak acara malam hiburan dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Acara ini dihadiri jajaran perangkat desa, BPD, Camat Cawas, Danramil, Kapolsek, hingga Anggota DPRD Jawa Tengah, Kadarwati.

Kepala Desa Pakisan, Santosa, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih luas.

“Yang pertama untuk menghibur masyarakat desa Pakisan dalam rangka peringatan HUT kemerdekaan yang ke-80. Selanjutnya untuk peningkatan UMKM di desa Pakisan, sekaligus melestarikan kesenian Jawa,” ujar Santosa.

Menurutnya, wayang srawung berbeda dengan wayang kulit pada umumnya, karena lakon yang dimainkan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

 “Budaya ini harus kita lestarikan agar tidak punah. Dengan wayang srawung ini, dampak positifnya jelas, UMKM desa juga bisa meningkat,” tambahnya.

Selain pagelaran wayang, Pemdes Pakisan juga memberikan dana ke setiap RT untuk mengadakan malam tirakatan dan berbagai hiburan rakyat lainnya.

 

 

Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Tengah, Kadarwati, memberikan apresiasi atas langkah Pemdes Pakisan dalam menjaga budaya Jawa. Menurutnya, pagelaran tersebut sejalan dengan Trisakti Bung Karno, khususnya poin ketiga yaitu berkepribadian dalam kebudayaan.

“Wayang bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan moral. Selalu ada pesan di dalamnya, bahwa kebenaran pada akhirnya pasti menang. Wayang juga simbol gotong royong, karena tanpa kebersamaan, pementasan ini tidak akan berjalan,” jelas Kadarwati.

Lebih lanjut, legislator asal Fraksi PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa budaya adalah alat pemersatu bangsa. Ia berharap kegiatan semacam ini terus digalakkan di desa-desa.

“Kalau budaya seperti wayang sampai punah, bangsa kita sendiri yang akan rugi. Karena di dalamnya tersimpan nilai-nilai luhur yang membangun karakter masyarakat,” tegasnya.

Pagelaran wayang srawung yang dipentaskan malam itu menghadirkan dalang Ki Mbilung asal Bawak, Cawas, Klaten, yang sekaligus dikenal sebagai pencipta konsep wayang srawung. Kehadirannya menambah semarak sekaligus memberikan warna khas pada peringatan HUT RI ke-80 di Desa Pakisan.

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.