
KLATEN (angkasanews.id) —- Malam puncak pentas seni dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Desa Kedungan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, berlangsung meriah pada Senin malam (8/9/2025). Acara ini menjadi penutup dari rangkaian kegiatan perayaan yang telah digelar sejak awal Agustus.
Pentas seni ini diikuti oleh perwakilan warga dari tujuh Rukun Warga (RW) serta satu perwakilan dari instansi swasta, yakni CV Sinar Mandiri. Kepala Desa Kedungan, Bagus Wahyu Dewanto, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk antusiasme warga yang besar dalam merayakan hari kemerdekaan.
“Acara seperti ini sebenarnya merupakan keinginan warga. Sudah lama warga haus akan hiburan setelah pandemi. Ini adalah pertama kalinya lagi sejak sebelum COVID-19,” ujar Bagus.
Namun, di balik kemeriahan acara, terdapat kabar duka yang menyelimuti rangkaian kegiatan HUT RI tahun ini. Seorang warga sekaligus pegawai kantor balai desa, yang dikenal sebagai office man, meninggal dunia saat mengikuti kegiatan karnaval pada hari sebelumnya.
“Beliau usianya 68 tahun. Memang punya riwayat sakit jantung. Kemarin itu ikut karnaval karena saking senangnya, meskipun fisiknya tidak mampu. Saat itu beliau sedang tampil membawa pecut dalam kelompok jathilan, kesenian yang memang sangat ia cintai,” jelas Bagus.
Menurut keterangan, almarhum sempat mendapatkan penanganan medis di lokasi dan segera dibawa ke Rumah Sakit Mitra. Namun, tak lama setelah tiba di rumah sakit, ia dinyatakan meninggal dunia.
“Beliau sebenarnya sudah masuk ke tim medis di depan kantor kecamatan. Dari situ langsung dibawa ke RS Mitra, tapi 30 menit kemudian saya sudah dapat kabar beliau meninggal. Waktu itu acara langsung kami percepat karena tinggal dua kontingen lagi,” tambahnya.
Kepala Desa juga menyampaikan belasungkawa dan rasa hormat atas dedikasi almarhum, yang dikenal sangat mencintai kesenian.
“Darah dagingnya memang seni. Tidak bisa dipaksa untuk tidak ikut. Semangatnya luar biasa,” kenangnya.
Acara pentas seni malam itu menjadi momentum penutup yang penuh warna sekaligus haru. Dihadiri oleh warga dari 16 RT di seluruh desa, pertunjukan berlangsung dengan semangat kebersamaan yang tinggi.
Bagus berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan di tahun-tahun mendatang, dengan dukungan dan partisipasi lebih besar dari seluruh elemen masyarakat.
“Mudah-mudahan acara seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi momen untuk mempererat persatuan warga,” pungkasnya.
Related Posts

Tradisi Ruwahan Desa Karangtalun, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Jawa

Penanaman Bunga Matahari Jadi Awal Kedaulatan Pangan di Banyuanyar

Dipercaya Pemerintah, SPPG Cahaya Barepan Siap Running Layani Makan Bergizi Anak Sekolah

Menumbuhkan Empati Jelang Ramadan, Pesantren Nurul Kalam Gelar Pengajian dan Aksi Sosial

Edy Sasongko Nahkodai ORARI Klaten Lewat Musylok XIV, Fokus Peran Kebencanaan dan Regenerasi

No Responses