
KLATEN (angkasanews.id) – SMK Muhammadiyah Cawas merayakan milad ke-57 dengan menggelar berbagai kegiatan kreatif dan edukatif pada Senin (9/2/2026). Peringatan hari jadi sekolah ini mengusung semangat “SMK Berdaya”, sebuah program yang menonjolkan potensi, kreativitas, serta kesiapan siswa menghadapi dunia kerja dan wirausaha.
Kepala SMK Muhammadiyah Cawas, Basuki Eko Wahyudi, mengatakan bahwa program SMK Berdaya merupakan program kedua setelah sebelumnya menggagas gerakan “Sinau Jadi Wong Apik” atau belajar menjadi pribadi yang baik.
“Di usia ke-57 ini, kami menghadirkan SMK Berdaya sebagai ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi terbaik mereka. Kegiatannya meliputi pentas seni, pentas budaya, hingga bazar UMKM,” ujarnya.
Basuki menjelaskan, bazar UMKM yang digelar merupakan tindak lanjut dari program Penguatan Kewirausahaan (PKK) pemerintah. Melalui kegiatan ini, sekolah ingin membangun mentalitas kewirausahaan pada peserta didik sejak dini.
“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa anak-anak kita memiliki mentalitas wirausaha. Harapannya, ke depan mereka tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi pengusaha,” tambahnya.
Tak hanya menampilkan kreativitas siswa, peringatan milad ke-57 ini juga menjadi momentum SMK Muhammadiyah Cawas dalam menyambut program pemerintah SMK Go Global atau Go Internasional. Sekolah telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan dan lembaga pendidikan, baik di tingkat regional maupun nasional.
“Salah satunya kami bekerja sama dengan Politekes NES Sukoharjo. Programnya mencakup magang, bekerja, hingga melanjutkan kuliah di Taiwan. Ini menjadi tindak lanjut dari konsep SMK Berdaya,” jelas Basuki.
Selain itu, SMK Muhammadiyah Cawas juga membuka kelas Jepang sebagai bagian dari rangkaian program SMK Go Internasional. Program ini ditujukan untuk membekali siswa dengan kemampuan bahasa dan budaya sebagai persiapan bekerja di luar negeri.
Di bidang prestasi akademik dan kejuruan, Basuki menyampaikan bahwa SMK Muhammadiyah Cawas terus menunjukkan capaian yang membanggakan. Sepanjang tahun 2025, siswa sekolah ini berhasil meraih sejumlah kejuaraan dalam berbagai lomba.
“Pada Desember 2025 lalu, kami juga telah melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian (UKOM) dengan sertifikat kompetensi LSP P3 untuk tiga jurusan, yaitu TKR, TAB, dan Farmasi,” ungkapnya.
Terkait serapan lulusan, Basuki menyebut sekitar 30 persen lulusan terserap ke dunia industri, sementara hampir 50 persen memilih jalur kewirausahaan. Sisanya, lulusan bekerja sambil melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Untuk mendukung hal tersebut, SMK Muhammadiyah Cawas menjalin kerja sama dengan berbagai Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Jurusan TAB bekerja sama dengan United Tractors (UT) dan sejumlah perusahaan di Jakarta, sedangkan jurusan TKR menggandeng hampir seluruh dealer otomotif di Kabupaten Klaten. Sementara itu, program kewirausahaan bekerja sama dengan Futake dan sejumlah pelaku usaha lokal.
Tak sedikit pula lulusan SMK Muhammadiyah Cawas yang kini telah bekerja di luar negeri, membuktikan kesiapan sekolah dalam mencetak lulusan yang berdaya saing global.
“Di usia ke-57 ini, kami berharap SMK Muhammadiyah Cawas semakin matang dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan dan masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” pungkas Basuki.(Jati)
Related Posts

Dukung Daya Beli Warga, Program Subsidi Harga Pangan Hadir di Klaten

Bersih Desa Jadi Ajang Syukur dan Pelestarian Budaya Lewat Pentas Wayang Kulit

Ruwahan Penuh Makna, Warga Desa Jabung Gelar Kirab Gunungan Sadranan

Perkuat Kamtibmas, Kapolres Klaten Ajak FKUB Rawat Kerukunan Umat Beragama

Menuju Haji Mabrur, 1.115 Jemaah Klaten Ikuti Praktik Manasik

No Responses