Friday 5th December 2025

Apresiasi Bupati – Ketua DPRD Klaten Pentas Kethoprak di Mlese, Dorong Regenerasi Seniman agar Tetap Lestari

KLATEN (angkasanews.id) – Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan pentas kethoprak di Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Senin malam (1/9/2025). Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 RI sekaligus meresmikan Paguyuban Kethoprak Krido Mudo Budoyo.

Menurut Bupati, kebangkitan kethoprak di Desa Mlese menjadi bukti semangat masyarakat dalam nguri-uri budaya Jawa. “Kethoprak ini warisan leluhur yang sangat berharga. Saya bangga masyarakat Mlese mampu menghidupkannya kembali. Seni tradisi seperti ini harus terus dijaga,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya regenerasi seniman agar kethoprak tidak hanya hadir untuk hari ini, tetapi tetap lestari di masa mendatang. “Anak-anak muda harus diajak ikut serta. Jangan sampai kethoprak hanya dinikmati generasi sekarang lalu hilang. Harus ada penerusnya supaya budaya ini tetap hidup,” tegasnya.

Paguyuban Krido Mudo Budoyo yang baru diresmikan itu diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus ruang kreasi bagi para seniman lokal. Bupati juga membuka peluang agar pementasan kethoprak bisa masuk dalam agenda resmi kabupaten. “Kalau wayang kulit bisa rutin, kethoprak pun harus kita dorong supaya tampil di tingkat kabupaten,” tambahnya. 

Pentas malam itu menampilkan lakon “Nambi Mbalelo” dengan bintang tamu Apri Mimin, Eka Uget-uget, serta Gareng Gepeng dari Karanganyar. Ratusan warga hadir, larut dalam cerita sekaligus terhibur dengan penampilan yang penuh pesan moral.

Dengan apresiasi dari Bupati Klaten, pentas kethoprak di Desa Mlese bukan hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga momentum penting kebangkitan seni tradisi. Melalui regenerasi, kethoprak diyakini akan terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Apresiasi juga datang dari ketua DPRD Klaten, Edy Sasongko, bahwa kethoprak adalah bagian dari jati diri bangsa yang wajib dilestarikan. “Dalam rangka kita berkepribadian di bidang kebudayaan, kita harus melestarikan budaya. Salah satunya kethoprak ini harus kita uri-uri agar tetap lestari. Ini tugas kita bersama,” ujarnya.

Edy juga mengajak semua pihak, baik pemerintah daerah, DPRD, maupun masyarakat, untuk bersatu menjaga keberlangsungan kesenian tradisi tersebut. “Monggo bersama-sama, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat bareng-bareng melestarikan budaya ini,” tambahnya.

Lebih jauh, Edy menekankan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci terselenggaranya pagelaran kethoprak di Desa Mlese. Baik dari segi biaya maupun tenaga, semuanya lahir dari kebersamaan warga. “Gotong royongnya apapun, baik biaya maupun semuanya, sehingga bisa terlaksana persembahan kethoprak Krido Mudo Budoyo ini,” tuturnya.

Dengan dukungan Ketua DPRD Klaten, pentas kethoprak diharapkan tidak hanya menjadi hiburan rakyat, melainkan juga momentum penting untuk menghidupkan kembali kesenian tradisional yang hampir punah. Melalui kebersamaan dan rasa memiliki, kethoprak diyakini dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. (jati) 

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.