
KLATEN (angkasanews.id) —- Mushola Al Mabrur milik yayasan jamaah haji kecamatan Pedan diresmikan oleh Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto, Jumat siang (16/5/2025). Mushola berukuran 7×9 meter ini digadang-gadang sebagai sarana ibadah yang berada di komplek gedung serbaguna Grand Haji yang berada di wilayah Desa Jetiswetan, Pedan.
Peresmian dibarengkan dengan pengajian yang menampilkan ketua FKUB Klaten KH Syamsudin Asyrofi dihadiri segenap pengurus yayasan jamaah haji pedan, Camat Pedan Sutopo beserta Forkompincam, kepala desa di Kecamatan Pedan dan tamu undangan lainnya.
Peresmian mushola tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto didampingi oleh panitia pembangunan mushola dan pengurus Yayasan jamaah haji Pedan.
Wakil Bupati Klaten Benny Indra menyampaikan apresiasi segenap pengurus yayasan jamaah haji dan masyarakat yang telah bekerja keras dan bergotong royong dalam pembangunan mushola ini melalui swadaya atau mandiri. Hal ini merupakan komitmen yayasan jamaah haji Pedan dalam meningkatkan kualitas kegiatan keagamaan.
“Dengan adanya masjid yang representatif ini diharapkan juga meningkatkan kualitas ibadah kita. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi semuanya,” katanya.
Menurutnya mushola bukan hanya sebagai tempat ibadah saja tapi juga menjadi pusat pembelajaran khususnya bagi generasi muda. Dengan penguatan ilmu agama sejak dini ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan kedepannya. “Mari kita makmurkan masjid ini, sebagai wadah bersilahturahim, belajar agama dan majelis taqlim,”ujarnya.
Sementara itu ketua panitia pembangunan mushola Al Mabrur, Ahmad Mutohar mengatakan bahwa proses pembangunan mushola ini berjalan selama satu tahun setengah dengan menelan dana kurang lebih Rp 480 juta. Para pengurus Yayasan jamaah haji ini menggalang dana dari para donaatur atau dermawan untuk menyisihkan sebagian rejekinya guna bergotong royong dalam membangun mushola tersebut.
“Mushola ini kan berdiri ditempat strategis yaitu di Grand Haji Pedan, dimana itu merupakan gedung serbaguna yang biasa dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai event. Nah dengan adanya mushola ini diharapkan bisa menambah fasilitas gedung dan rencananya kami buka 24 jam untuk masyarakat umum, juga telah disiapkan muadzin yang diambil dari masjid Al Aqsha Klaten,”ujar Ahmad Mutohar.
Dengan diresmikannya Mushola Al Mabrur, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai pusat aktivitas keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada ibadah, tetapi juga pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat.
Related Posts

Milad ke-57, SMK Muhammadiyah Cawas Perluas Jejaring Global Pendidikan Vokasi

Tradisi Ruwahan Desa Karangtalun, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Jawa

Penanaman Bunga Matahari Jadi Awal Kedaulatan Pangan di Banyuanyar

Dipercaya Pemerintah, SPPG Cahaya Barepan Siap Running Layani Makan Bergizi Anak Sekolah

Menumbuhkan Empati Jelang Ramadan, Pesantren Nurul Kalam Gelar Pengajian dan Aksi Sosial

No Responses