Wednesday 17th April 2024

KPU Gelar Simulasi Kedua Pemungutan Suara di TPS 07 Kebondalem Kidul

Foto : dokumentasi KPU Klaten

 

KLATEN (angkasanews.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klaten hari Minggu (28/01/2024) kembali mengadakan kegiatan simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2024. Kali ini TPS 07 Desa Kebondalem Kidul Kecamatan Prambanan sebagai  lokasi  pelaksanaan simulasi.

Ketua KPU Kabupaten Klaten, Primus Supriyono menjelaskan, dua bulan setelah dilaksanakannya simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2024 tahap pertama di desa Ketandan, hari ini KPU Kabupaten Klaten kembali melaksanakan simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS 07 Desa Kebondalem Kidul Kecamatan Prambanan.

” Jika dulu di desa Ketandan, kita simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS yang Daftar Pemilih Tetap (DPT) nya sedikit tetapi dengan konfigurasi pemilih yang heterogen. Hari ini kita laksanakan simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS yang jumlah DPT nya besar.  Dengan jumlah DPT yang besar, apa dan bagaimana kemungkinan kendala yang dihadapi oleh KPPS” jelas Primus Supriyono.

” Pelaksanaan simulasi hari ini sekaligus kita memberikan bimbingan teknis kepada para KPPS di wilayah kecamatan Prambanan,  bagaimana pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilu besok,” lanjutnya.

Lebih lanjut dijelaskan Primus, pada pelaksanaan Simulasi hari ini dilibatkan juga pemilih yang menyandang disabilitas. Baik disabilitas dalam hal penglihatan, disabilitas kemampuan anggota tubuh maupun disabilitas dalam hal kejiwaan. Mereka perlu pendampingan, baik oleh komunitasnya maupun oleh anggota keluarganya. Sementara petugas linmas hanya berperan mendampingi saat dari awal masuk TPS sampai menuju bilik suara. Dan pendamping yang mendampingi saat memberikan suara adalah komunitasnya atau keluarganya.

Sementara salah seorang pemilih penyandang disabilitas, Tri Winantyo kepada media ini mengatakan pendamping saat pencoblosan sangat diperlukan terutama saat membuka dan melipat surat suara.

” Karena surat suaranya ada lima, kita memang membutuhkan pendamping saat membuka dan melipat kembali surat suara. Kita bingung melipat surat suara kembali seperti semula..” ungkap Tri Winantyo. (Jon’s)

 

 

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.