
Keterangan foto : Grup gejog lesung Pandanwangi perwakilan dari Desa Barepan Cawas turut meramaikan festival gejog lesung tingkat Kabupaten Klaten.
KLATEN (angkasanews.id) — Sejumlah 25 kontingen dari seluruh kecamatan di Klaten meramaikan festival gejog lesung tingkat Kabupaten Klaten yang diselenggarakan pada Sabtu (24/8/2024) bertempat di lapangan Desa Barepan Kecamatan Cawas Klaten. Saat ini festival gejog lesung telah memasuki tahun keenam sejak 2014 namun terhenti adanya pandemi Covid19.
Ketua panitia sekaligus Camat Cawas Moh Prihadi menyampaikan melalui festival gejog lesung ini sebagai wadah untuk menggali potensi seni budaya yang ada di dalam masyarakat kecamatan Cawas khususnya dan wilayah kabupaten Klaten umumnya. Selain itu sebagai upaya melestarikan seni budaya tradisional peninggalan leluhur kita.
“Disamping itu juga untuk menghidupkan dunia pariwisata di kabupaten Klaten dan menarik para wisatawan untuk berkunjung dan menonton festival gejog lesung ini,” jelas Prihadi.
Festival ini diikuti oleh 25 kontingen dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Bersinar dan dari perwakilan desa yang ada di kecamatan Cawas. Puluhan kelompok itu tampil bergantian membawakan dua lagu. Satu lagu wajib berjudul Lesung Jumengglung dan satu lagu pilihan di antaranya Ronda Kampung serta Gugur Gunung.
Peserta festival gejog lesung nilai dari kalangan akademisi dan budayawan. Ada juri dari berasal Dewan Kesenian Kabupaten Klaten, dari ISI Surakarta, dan dari SMK N 8 Surakarta (SMKI Surakarta) dengan kriteria penilaian di antaranya kekompakan, kostum, hingga harmonisasi.
Menurut Prihadi, dari puluhan kelompok ini yang mayoritas tim terdiri orang tua akan tetapi kontingen kecamatan Cawas menampilkan para generasi milenial yang saat ini mereka tercatat sebagai pelajar SMP dan SMA. Dengan digelarnya festival gejog lesung ini sebagai salah satu upaya mengenalkan seni gejog lesung dan upaya regenerasi pemain musik gejog lesung.
Ia berharap semoga dengan festival gejog lesung bisa kembali membangun kebersamaan antarwarga, bersemangat kembali, untuk menumbuhkan potensi yang ada dan melestarikan budaya tradisional.
Related Posts

Menumbuhkan Empati Jelang Ramadan, Pesantren Nurul Kalam Gelar Pengajian dan Aksi Sosial

Edy Sasongko Nahkodai ORARI Klaten Lewat Musylok XIV, Fokus Peran Kebencanaan dan Regenerasi

Buka KBMKB Ke-32 Desa Mlese, Bupati Dorong Percepatan Pembangunan Desa

Kolaborasi Seniman Lokal Warnai Pentas Ketoprak di Desa Bero, Legislator Jateng : Lestarikan Budaya dan Dongkrak UMKM

Gedung Public Safety Center Dinkes Klaten Diresmikan, Layanan Kesehatan Kian Terpadu

No Responses