Sunday 1st February 2026

Disambangi Dirjen PAUD Dikdasmen, SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas Makin Siap Jadi Sekolah Bermutu

KLATEN (angkasanews.id) —– SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas, menjadi salah satu lokasi kunjungan kerja Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, dalam rangka pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang revitalisasi satuan pendidikan.

Kunjungan tersebut berlangsung pada Sabtu (31/1/2026) di lingkungan sekolah yang beralamat di Desa Kedungampel, Kecamatan Cawas, Klaten. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Titin Windiyarsih, Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir, Ketua PDM Klaten Iskak Sulistya, Camat Cawas Joko Purwanto, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

 

Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan pelaksanaan Inpres Nomor 7 Tahun 2025 berjalan optimal di seluruh Indonesia.

“Hari ini kami hadir untuk memberikan semangat sekaligus memastikan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025. Presiden menginstruksikan agar seluruh sekolah di Indonesia mendapatkan program revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi,” jelas Gogot.

Ia mengungkapkan, secara nasional pemerintah telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.169 sekolah di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 76 satuan pendidikan berada di Kabupaten Klaten, salah satunya SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas.

“Untuk Kabupaten Klaten, ada 76 sekolah yang menerima program revitalisasi. Total anggaran untuk kompetensi dan pelatihan mencapai sekitar Rp34,7 miliar pada tahun 2025. Tahun 2026 program ini akan dilanjutkan, bahkan diharapkan anggarannya bisa ditambah agar semakin banyak sekolah yang terbantu,” imbuhnya.

Gogot menekankan bahwa revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik semata, melainkan juga mencakup peningkatan sumber daya manusia, penguatan kurikulum pembelajaran, serta pendidikan karakter.

“Pilar pendidikan itu tidak hanya gedung. Ada SDM guru, kurikulum, pembelajaran, dan pendidikan karakter. Revitalisasi tidak akan cukup jika hanya membangun fisik tanpa meningkatkan kualitas pembelajaran,” tegasnya.

Dalam program Inpres tersebut, pemerintah juga mengintegrasikan digitalisasi pembelajaran. SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas menjadi salah satu sekolah yang telah menerima papan interaktif digital, konten pembelajaran, serta pelatihan guru.

“Ini program paket, three in one. Ada perangkatnya, ada kontennya, dan ada pelatihannya. Tahun 2025 setiap sekolah mendapat satu perangkat, dan tahun 2026 insya Allah akan ditambah minimal tiga lagi,” jelasnya.

Dengan infrastruktur yang lebih baik dan lingkungan belajar yang aman serta nyaman, Gogot berharap siswa dapat belajar dengan lebih tenang dan optimal. “Kalau anak-anak merasa aman dan nyaman, proses pembelajaran akan berjalan lebih efektif,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Titin Windiyarsih, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan di Klaten, termasuk sekolah swasta yang turut dilibatkan dalam program revitalisasi.

“Ini bentuk sinergi yang sangat baik. Tidak memandang negeri atau swasta, yang penting pendidikan berkeadilan untuk seluruh anak bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan revitalisasi sekolah di Kabupaten Klaten memang cukup besar, sehingga kolaborasi antara sekolah, dinas pendidikan, dan pemerintah pusat menjadi kunci keberhasilan program ini.

“Para kepala sekolah di Klaten berjuang bersama untuk mendapatkan program revitalisasi ini. Data sarana dan prasarana sudah tercatat melalui Dapodik, sehingga kebutuhan sekolah bisa terbaca secara real time oleh kementerian,” jelasnya.

Titin juga mengungkapkan bahwa seluruh program revitalisasi sekolah di Klaten untuk tahun 2025 telah selesai 100 persen. Rencananya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah akan meresmikan hasil revitalisasi tersebut pada 12 Februari mendatang.

“Harapan kami, program ini berkelanjutan. Semoga hingga 2029 nanti, seluruh sekolah di Kabupaten Klaten sudah dalam kondisi layak, aman, dan nyaman,” harapnya.

Kepala SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas, Agus Mulyadi, menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya sekolah yang dipimpinnya sebagai penerima program revitalisasi.

“Alhamdulillah, SMP Muhammadiyah Sinar Fajar mendapatkan revitalisasi sebesar Rp1,708 miliar untuk pembangunan enam ruang kelas baru beserta kelengkapannya,” ungkap Agus.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan tersebut berhasil diselesaikan lebih cepat dari target yang ditetapkan. “Targetnya 90 hari, tetapi sebelum 90 hari semua sudah selesai,” katanya.

Menurut Agus, kehadiran gedung dan fasilitas baru diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan belajar siswa sekaligus mendorong prestasi akademik maupun non-akademik.

“Prestasi siswa kami alhamdulillah sudah ada yang tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten. Guru-guru kami juga berprestasi di tingkat nasional, termasuk dalam Olimpiade Nasional,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya dipercaya sebagai instruktur pembelajaran mendalam (deep learning) dan pendidikan karakter yang saat ini tengah digaungkan pemerintah dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Ke depan, SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas terus berkomitmen mengembangkan mutu pendidikan. “Insya Allah pada 14 Februari mendatang, siswa kami akan berangkat ke Makassar untuk mengikuti Olimpiade Muhammadiyah (Olympicad),” pungkasnya.

Kunjungan Dirjen PAUD Dikdasmen ini menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam mewujudkan sekolah bermutu, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan di Kabupaten Klaten. (Jati) 

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.