
Boyolali (angkasanews.id) —- SDIT Al Ihsan Islamic Center Keposong, Tamansari mengadakan kegiatan manasik haji yang diadakan setiap 3 tahun sekali di bulan Dzulhijjah. Kegiatan manasik haji tersebut diikuti 127 siswa dari kelas 1-5 dan 12 guru pendamping. Proses manasik haji diadakan di Wisata Edukasi Religi Boyolali “Qolbu” (Rabu, 30/4/2025).
Ketua panitia kegiatan manasik haji tahun ini, Umar Abdul Aziz menjelaskan tata cara pelaksanaan haji, yaitu melaksanakan umrah dahulu kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan haji. Adapun urutan acaranya adalah seperti proses ibadah haji yang sebenarnya.
“Dalam kegiatan Manasik Haji ini menyusung tema “Meraih Kesempurnaan Spiritual dalam Ibadah Haji”. Dengan penuh khidmat dan semangat, siswa-siswi SDIT Al Ihsan Islamic Center Keposong mengikuti kegiatan manasik haji, sebagai bagian dari upaya menanamkan pemahaman yang mendalam tentang rukun Islam kelima. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan anak-anak sejak dini kepada prosesi ibadah haji, tidak hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai pelajaran tentang makna kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan dalam beribadah.”ujarnya.
“Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak untuk merasakan simulasi lengkap prosesi haji, mulai dari niat ihram, tawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Shafa dan Marwah, hingga wukuf di Arafah. Dengan bimbingan dari para asatidz, mereka diajak untuk memahami setiap tahapan manasik, beserta hikmah yang terkandung di dalamnya,” terang Umar.
Sementara itu, Kepala SDIT Al Ihsan Islamic Center, Erwin Herwidatin, mengatakan tujuan diadakan manasik haji adalah untuk melatih peserta didik agar mengenal lebih detail tentang kegiatan haji yang sebenarnya, karena haji adalah bagian dari rukun islam. “Sehingga anak-anak mempunyai keinginan yang kuat untuk bercita-cita menunaikan ibadah haji yang sebenarnya di tanah suci”. jelasnya.
Ditambahkannya manasik haji ini sebagai bentuk pembelajaran outdoor sebagai tindak lanjut dari konsep materi yang telah diberikan di dalam kelas. Melalui pengalaman langsung ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang teknis pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga diajarkan nilai-nilai penting seperti rasa syukur, kebersamaan, dan kepatuhan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Kegiatan manasik haji ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan kepada Islam dan menanamkan cita-cita mulia untuk suatu hari dapat menunaikan haji di tanah suci.
Plt Koordinator Paud DikDas dan LS Kecamatan Tamansari, Sudarwati melalui voice Message, berpesan kepada anak-anak SDIT Al Ihsan Islamic Center; untuk senantiasa mengikuti kegiatan Manasik Haji ini dengan penuh menyenangkan dan kedepannya anak-anak lebih mengenal dan memahami tentang pentingnya ibadah haji.
Lebih lanjut Sudarwati menjelaskan; “selain mengenal dan menyenangkan juga kegiatan ini bisa menambah pemahaman juga rasa cinta pada ibadah, selain itu dengan kegiatan manasik ini bisa melatih kedisiplinan dan ketaatan anak-anak semua. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak dan memahami arti ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dengan kegiatan manasik haji ini, anak-anak SDIT SDIT Al Ihsan Islamic Center semakin siap menghadapi tantangan hidup dengan landasan iman yang kuat”, jelasnya. (erwien_hd)
Related Posts

Kolaborasi Seniman Lokal Warnai Pentas Ketoprak di Desa Bero, Legislator Jateng : Lestarikan Budaya dan Dongkrak UMKM

Gedung Public Safety Center Dinkes Klaten Diresmikan, Layanan Kesehatan Kian Terpadu

Jembatan Merah Putih Presisi, Wujud Nyata Arahan Presiden untuk Rakyat

Milad ke-5 Yaspim Darussalam Klaten, Berbagi dari Hati untuk Anak Yatim

HUT ke-98 RS Soeradji Tirtonegoro Klaten, Meriahkan Pesta Rakyat dan Fun Run

No Responses