Sunday 1st February 2026

Menumbuhkan Empati Jelang Ramadan, Pesantren Nurul Kalam Gelar Pengajian dan Aksi Sosial

KLATEN (angkasanews.id) —– Suasana religius dan penuh kepedulian menyelimuti Pesantren Nurul Kalam yang berlokasi di Masjid Al-Munawar, di bawah naungan Yayasan Ameena Mulya Indonesia, pada Minggu pagi (1/2/2026). Jajaran pengurus, pembina, santri, serta masyarakat sekitar berkumpul dalam pengajian akbar menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan mengusung tema *“Merawat Iman, Menjaga Hati, Menumbuhkan Empati.”*

Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian acara menyambut Ramadan yang telah dimulai beberapa hari sebelumnya. Salah satunya melalui khatmil Al-Qur’an yang dilaksanakan oleh para santri Pesantren Nurul Kalam, sebagai ikhtiar spiritual untuk membersihkan hati dan menyiapkan diri menyongsong bulan penuh keberkahan.

Selain khatmil Qur’an, kegiatan juga diisi dengan haul Eyang Niti Kromo, sosok tokoh masyarakat yang menjadi inspirasi lahirnya Pesantren Nurul Kalam. Semasa hidupnya, Eyang Niti Kromo dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan masyarakat, gemar berbuat kebaikan, serta menjadi rujukan warga dalam menyelesaikan berbagai persoalan keluarga dan sosial.

“Nilai-nilai keteladanan beliau itulah yang menginspirasi para ahli waris untuk melestarikan nama Nurul Kalam sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan kepedulian sosial,” ujar Ponidi ketua yayasan.

Lanjutnya, sebagai wujud nyata kepedulian sosial, Yayasan Ameena Mulya Indonesia menyalurkan santunan sembako sebanyak 1.200 paket kepada warga kurang mampu, fakir miskin, dan dhuafa. Selain itu, sebanyak 100 anak yatim piatu juga menerima santunan yang diserahkan bersamaan dengan pengajian akbar.

Santunan tersebut menyasar warga di lima desa, yakni Kalikotes, Ngemplak, Karangpakel, dan Krakitan, serta beberapa wilayah lain yang masih memiliki ikatan trah Eyang Niti Kromo, bahkan hingga Kecamatan Bayat, Gantiwarno, dan Pedan. Bantuan ini diharapkan menjadi doa dan amal jariyah bagi almarhum Eyang Niti Kromo, sekaligus mempererat kepedulian sosial antarwarga.

Tidak hanya itu, momen haru juga mewarnai kegiatan ini dengan pemberian hadiah umrah gratis kepada marbot Masjid Al-Munawar, Widodo, yang akan didampingi oleh Suryadi selaku pendamping umrah. Pemberian ini merupakan hasil musyawarah takmir masjid dan pengurus yayasan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian tulus Widodo selama ini.

Kisah Widodo pun menyentuh banyak hati. Istri almarhumahnya semasa hidup pernah memiliki keinginan untuk menunaikan ibadah umrah bersama sang suami. Namun, tabungan yang telah disiapkan justru diinfakkan seluruhnya untuk pembangunan masjid di Dukuh Menyono. Melalui hadiah umrah ini, Widodo diharapkan dapat menunaikan ibadah sekaligus menjadi badal umrah untuk mendiang istrinya.

“Ini bukan sekadar hadiah, tapi doa dan penghormatan atas ketulusan beliau dan istrinya dalam mengabdi untuk rumah Allah,” ungkap Ponidi. 

Pengurus Yayasan Ameena Mulya Indonesia menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini menjadi pengingat bagi umat untuk menata hati menjelang Ramadan, memperkuat iman, dan meningkatkan empati sosial.

“Ramadan bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga tentang bagaimana kita berbagi, peduli, dan hadir untuk sesama,” tutupnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Pesantren Nurul Kalam berharap kegiatan ini dapat membawa keberkahan, memperkuat ukhuwah, serta menjadi bekal spiritual dalam menyambut bulan suci Ramadan.

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.